Rabu, 07 September 2011

Taman Narmada



Taman Narmada merupakan peninggalan Kerajaan Anak Agung Gede Karang Asem yang dibangun pada tahun 1805 dan merupakan Istana Musim Panas dari Raja Anak Agung Gede Karang Asem yang terletak 10 km di sebelah timur Kota Cakranegara yang merupakan Pusat Kerajaannya  dan dapat dijangkau selama 10 menit perjalanan dari kota tersebut.
Di Taman ini terdapat Sumber Air yang menurut keyakinan penduduk setempat  bersumber  dari Danau Segara Anak  dan konon dipercaya memiliki khasiat dapat membuat orang menjadi awet muda dengan kulit wajah mengencang serta kelihatan segar apabila membasuh muka dan meminum langsung dari sumbernya.
Dari Balai Terang ( rumah panggung )  kita dapat melihat seluruh area taman hingga sebuah Pura Megah terdapat diatasnya, dimana tepat di depan kita akan terlihat kolam Fatmawangi yang menurut hikayat merupakan  tempat dayang-dayang Ratu mandi bersama-sama yang nampak jelas terlihat dari balai terang tersebut.
Dalam Areal Taman Narmada juga terdapat Replika Danau Segara Anak yang merupakan tempat pemujaan bagi Raja ( Mulang Pakelem ), yang saat itu karena faktor usia sudah tidak mampu lagi untuk mendaki ke Gunung Rinjani dan melakukan pemujaan di Danau Segara Anak yang asli. Pada ritual tersebut sang Raja melarung atau melepas ikan yang terbuat dari emas sebagai wujud syukur atas keberhasilan panen pertanian pada saat itu dan upacara tersebut masih dilakukan sampai dengan saat ini.
Di areal ini juga kita dapat membeli berbagai macam souvenir yang dijajakan oleh pedagang yang tertata dengan rapi sebagai kenangan telah sampai dan menikmati taman yang asri dan sejuk ini.
»»  Selengkapnya
Pacoa Jara


Pacoa Jara (Pacuan kuda) merupakan tradisi masyarakat pulau Sumbawa pada umumnya dan Bima khususnya yang dilaksanakan sejak zaman dahulu hingga sampai hari ini, event budaya Pacoa Jara yang sangat digemari oleh masyarakat dan setiap tahun dilaksanakan tiga kali yang diikuti oleh kuda-kuda dari kabupaten sepulau Sumbawa (Sumbawa, Dompu, Bima) dengan jumlah pengunjung yang sangat banyak. Keunikan Pacoa Jara (Pacuan Kuda) adalah adu kecepatan dengan joki/penunggang kuda anak-anak kecil berusia 8s/d 11 tahun dengan memakai peralatan seadanya dan jauh dari standar pacuan kuda yang sesungguhnya tanpa pelana dan lain-lain, namun semangat berlomba sangat tinggi.
Pacuan Kuda sekarang dilaksanakan pada hari-hari besar seperti HUT RI, HUT NTB, Hari bayangkara dan hari besar lainya. Untuk dapat menyaksikan Pacoa Jara pada hari-hari besar tersebut dapat kita berkunjung ke lapangan Pacoa Jara di Panda kabupaten Bima, jarak dari kota Bima dengan lapangan Panda ±10km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 (dua) atau roda 4 (empat) ataupun angkutan umum sekitar 15 menit
»»  Selengkapnya